Mentan : “2018 stok pangan dipastikan aman”

0
15

JAKARTA – METROPERS COM
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membuka Rapat Koordinasi Gabungan Ketahanan Pangan dan Evaluasi Upaya Khusus (Upsus) tahun 2017 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta-Selatan.

Ditemui setelah membuka Rakor Gabungan Ketahanan Pangan di kantornya Amran menjelaskan ia baru saja melakukan perjalanan mendadak menuju Karawang, Jawa Barat untuk memantau panen produk pangan.
“kita mendadak berangkat kita harus melihat apakah ada panen,” ungkap Amran di kantornya, Rabu (3/1/2018).
Amran menyebutkan tidak hanya memantau via udara, ia dan rombongan juga sempat turun langsung untuk memantau hasil panen.

“Karena ada yang mengatakan tidak ada panen. Ayo semua satgas kita lihat dari udara, keliling kita bukan naik heli aja, mendarat. Keliling di Jabar ternyata banyak panen,” ujar Amran.

Menteri Pertanian menyebutkan stok pangan 2018 dipastikan aman, dan kapasitas panen pun dapat memenuhi kebutuhan 2018.
“Gak masalah pangan, panen banyak. Hari ini stok kurang-lebih 1 juta. Ada yang mengatakan rendah, itu keliru,” pungkas Amran.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras untuk 2018 aman. Sebab, Indonesia tidak lagi mengalami paceklik.
“Beras gak ada masalah, panen banyak, hari ini stok sekitar 1 juta ton. Kalau ada yang mengatakan ini rendah, itu keliru,” ujarnya.

Mentan mengatakan pemerintah telah belajar dari pengalaman sebelumnya yang kerap mengalami paceklik pada November hingga Januari, sehingga pemerintah pun mendorong untuk memperbanyak produksi sebelum waktu paceklik.
Mentan juga mengatakan, salah satu hal yang dilakukan pemerintah untuk mengamankan stok pangan yaitu, menerapkan metode baru saat musim tanam sehingga hasil panen memiliki kualitas yang baik.

Menurutnya, selama tahun 2017 kinerja sektor pertanian menunjukkan ke arah yang lebih positif, indikasi tersebut terlihat dari Indonesia tidak melakukan importasi komoditas pangan, seperti beras, bawang merah, hingga cabai.

“Dulu impor jagung, kita impor 3,6 juta ton, bahkan hari ini kita sudah ekspor,” kata Amran.
Amran pun menyebutkan tahun 2018 ini pemerintah akan menambah empat komoditas lagi yang akan masuk program swasembada dan berusaha terus meningkatkan produksi empat komoditas yang telah swasembada.
“Ke depan kita fokus lagi pada rempah-rempah, bawang putih, dan gula, kedelai. Itu fokus kedepan. Empat yang selesai kita tingkatkan komoditas strategisnya,” pungkas Amran.

Dia berharap, kedepan kinerja sektor pertanian akan semakin membaik ditengah perkembangan teknologi pertanian yang semakin maju dan tantangan perubahan iklim.(manto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here