Pemasyarakatan Zaman Now, E-Pasti Good Governance

0
38

Jakarta, koranpers.com -Pemasyarakatan zaman sekarang masih berkutat dengan penuh sesak, tapi memang itu yang masih terjadi. Bukan hanya kekurangan bangunan penjara, namun juga masalah terkait anggaran dan pengadaan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Langkah-langkah strategis yang diambil adalah optimalisasi asimilasi melalui open camp berbasis industri Permukiman Pemasyarakatan Ciangir, menggiatkan industri dalam putaran untuk memberdayakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai SDM produktif dan produk-produk, bahkan untuk kukuh kc mancanegara,” tegas Sekretaris Jenderal Pemasyarakatan , Sri Puguh Budi Utami. Rabu (22/11).

Selanjutnya, ia terjemahkan strategi lain yang harus segera diantisipasi, yaitu bor overstay yang melibatkan Aparat Penegak Hukum terkait, dan rehabilitasi pengguna narkoba di luar institusi lapas yang diproyeksikan akan berimplikasi positif pada penurunan angka yang penuh sesak.

“Dan yang sangat panting lagi adalah digitalisasi di semua lini Pemasyarakatan, khusususnya pemberian hakhak narapidana yang transparan dan mematahkan isu pungutan liar,” tambah Utami.

Maka dari itu, Rapat Kerja Teknis Pemasyarakatan (Rakernis PAS) yang diselenggarakan tanggal 22-24 November 2017 im ‘dijadikan momen untuk mengkompilasi dan mensinergikan, tak hanya masalah, namun juga program unggulan dan’ masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, khususnya digitalisasi

Tak bisa dipungkiri yang digitalisasi adalah konsep yang telah diadopsi dan diimplementasikan di semua bidang Pemasyarakatan. Tak mengherankan bila pada kesempatan ini juga dipamerkan inovasi Pemasyarakatan dalam bidang IT seperti Kantin Jempol, Koperasi Pemasyarakatan Indonesia atau Kopasindo, dan aplikasi penjualan e-commerce Lapas Kelas I Tangerang.

Penguatan SDM Pemasyarakatan melalui penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil yang mencapai 14 ribu orang juga menjadi bahasan utama karena merekalah yang akan menjadi garda terdepan pembinaan dan pengamanan WBP.

Utami berharap Rakernis PAS bisa memberi masukan dalam pengelolaan SDM Pemasyarakatan sekaligus merumuskan langkah strategis dalam mengatasi kondisi overcrowding sebagai upaya menj aga dan meningkatkan kemanan dan keteriban.

“Tantangan Pemasyarakatan kedepan semakin kompleks sehingga diperlukan pemetaan kembali isu strategis dan aktual pelaksanaan tugas demi memudahkan organisasi dalam kehancuran arah dan langkah dari kebij akan yang akan ditempuh ke depan,” tegas Utami.

Ia juga berharap Rakemis PAS dapat menj adi sarana untuk menambah dan meng-explore peluang dan tantangan menjadi jalan keluar atau solusi tepat sebagai bahan masukan dalam arah, corak, dan bentuk keputusan yang akan diramu dan dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM menjadi keputusan yang bulat dan siap diimplementasi pada UPT Pemasyarakatan. (manto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here