Menakar Peluang Anies di Pilpres 2019, Geser Prabowo atau ?

0
68

[Foto: Muklish Ramlan, SH SelakuPeneliti (LPI) Lembaga Pemilih Indonesia]

Jakarta, MediaINDONESIA Line- Menjelang musim Pilpres 2019, panggung politik tentu kembali panas. Apalagi, saat merebak isu siapa-siapa saja yang akan bertarung merebut jadi RI-1. Selain nama besar Ketua Umum Partai Gerindra, nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang baru saja dilantik pun turut muncul ke permukaan.

Lantas? Berpeluangkah Anies maju di Pilpres 2019? Atau ini hanya strategi politik?

Seperti yang dijelaskan Muklish Ramlan,SH Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), berdasarkan hasil survey mereka terkait fenomena ini.

“LPI menilai, peristiwa Jokowi akan diulang oleh Anies dengan terlebih dulu menjadi Gubernur. Lalu persoalan berbagai hal yang akhirnya maju sebagai Presiden Indonesia di Pilpres 2019,” ujar Peneliti LPI Mukhlis Ramlan,SH. pada Jumat (20/10) di kawasan Semanggi, Jakarta.

Wacana majunya Anies di Pilpres 2019 yang menurut sebagian orang sudah dibicrakan dengan berbagai parpol baik untuk RI-1 maupun RI-2, dirasakan sangat tidak mungkin dan berat bila dipaksakan. Apalagi kemudian harus bertabrakan dengan Gerindra yang mengusung Prabowo.

“LPI berpendapat secara langkah maka Anies akan selesai. Jadi jangan sampai salah langkah. Grade dia di posisi Gubernur sudah sangat maksimal. Tapi kalau dia punya aura seperti pak Jokowi yang mampu melaksanakan tugas secara nasional, itu tidak masalah,” ujarnya

Mukhlis menambahkan, komitmen politik awal Prabowo adalah Anies dipasang di Jakarta untuk memenangkan Prabowo di 2019. Kalau sebagai wakil, Prabowo harus out of the box. Dia harus bermain dengan kekuatan politik di luar itu. Maka komunikasi Prabowo dengan parpol lain itu memberikan pesan bahwa Prabowo tidak akan berpasangan dengan Anies.

“Kalau dia maju, maka Anies akan menjadi kaki tangan untuk memenangkan prabowo di Jakarta. Kalau Anies maju di Pilpres 2019, silahkan saja, tapi LPI hanya menilai jangan sampai salah langkah,”sarannya

Namun dalam hal inipun Mukhlis mengingatkan agar Anies tahu siapa dirinya dan apa posisinya, sebab, saat ini ia adalah Gubernur DKI Jakarta, jadi dia harus lebih sering nantinya berkoodinasi ke Istana Negara daripada ke Hambalang, mengingat tugasnya ialah sebagai Gubernur DKI, “Dia harus sering-sering ke istana bukan ke Hambalang,” ujarnya mengingatkan.(Shara/Brt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here