PT. COLLIERS INTERNATIONAL INDONESIA digugat atas insiden terjebaknya dirut PT TOTAL LOGISTIK di dalam lift

0
38

Jakarta, Seorang Direktur dan pemegang saham pada PT. Total Logistik dan pemegang saham pada PT. Total Petroindo Perkasa yang berdomisili di unit 20 C pada Generali Tower di Gran Rubina Business Park.

Berdasarkan Surat Keterangan Domisili Perusahaan No. 030/ BM-GT/ SK-Domisili/ IV/ 1 6 tanggal 8 April 2016 dan Surat Keterangan Domisili Perusahaan No. 071/ BM_GT/ SK-DomisiIi/IV/ I 6 tanggal 28 Juli 2016.

“Pada tanggal 14 Februari 2017, Klien kami mengalami suatu kecelakaan yang sangat mengancam jiwanya yakni terjebak di dalam lift VIP Gran Rubina Park yang dikelola oleh PT. COLLIERS INTERNATIONAL INDONESIA selama hampir Iebih dari 60 menit atau kurang Iebih satu jam.

Atas kejadian tersebut Klien kami mengalami shock dan trauma secara psikologis yang berkepanjangan dan berkelanjutan yang disebabkan kelalaian dari PT. ARUMA KIRANA yang dalam hal ini sebagi pihak yang harus bertanggung jawab sebagai pemilik Gedung Gran Rubina Businees Park dan PT. COLLIERS INTERNASIONAL INDONESIA selaktu Pengelola Gedung Gran Rubina dan PT. PT BERCA SCHINDLER LIFT selaku Distributor Lift VIP yang berada di Gedung Gran Rubina tersebut”, Papar Serfarius Serbaya Manek SH.,SE. selaku kuasa hukum saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ( 13/7/2017).

Akibat kelalaian baik yang dilakukan oleh PT. ARUNA KIRANA, PT. COLLIERS INTERNATIONAL INDONESIA, dan PT BERCA SCHINDLER LIFT yaitu dengan tidak melakukan pemeliharaan, perawatan Gedung terutama Lift dan fasilitas lainnya yang ada pada Gedung Gran Rubina Business Park yang dapat membahayakan keselamatan jiwa orang adalah suatu Perbuatan Melawan Hukum yang dapat dimintai pertanggung jawaban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1365 KUHPerdata:

“Tiap perbuatan melawan hukum yang membawa kerugian kepada seorang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian untuk mengganti kerugian tersebut”.

“Selanjutnya akibat dari terjebaknya Klien kami tersebut, kami selaku Kuasa Hukum Sdr. JUNITRA LUMANTORO sedang mengajukan upaya hukum berupa GUGATAN perdata Perbuatan Melawan Hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dengan alasan telah melakukan perbuatan melawan hukum berupa :

Pasal 1362 K UHPerdata, seseorang dapat dinyatakan melakukan perbuatan melawan hukum bukan hanya perbuatan yang bertentangan dengan, Undang- Undang saja, tetapi juga berbuat atau tidak berbuat yang melanggar hak orang lain atau bertentangan dengan kewajiban hukum, bertentangan dengan kesusilaan maupun sifat berhati-hati, sebagaimana patutnya dalam lalu Iintas masyarakat.

pasal 4 jo pasal 7 Undang-Undang No.8 tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen yang mengatur tentang hak konsumen dan kewajiban pengusaha barang dan atau jasa.

Sebagaimana diatur dalam pasal 16 jo pasal 17 Undang-Undang No. 28 tahun 2002 tentang bangunan dan Gedung yang mengatur tentang keamanan, Keselamatan dan Kenyamanan bangunan dan Gedung bagi penghuni.

Sebagaimana diatur di dalam pasal 15 Undang-Undang No.25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang secara khusus mengatur kewajiban korporasi sebagai salah satu entitas pelayan publik.

Serfarius menambahkan ” karena klien kami pada tanggal 14 Februari itu mengalami kejadian hampir satu jam terjepit di dalam lift VIP yang dibayar secara khusus bukan lift umum, tetapi sampai hari ini pun tidak bisa digunakan, kejadian ini mengakibatkan nyawa klien kami hampir boleh dikatakan hampir melayang gara-gara kelalaian ini, karena itu hari ini kami melakukan upaya hukum untuk membela hak -hak kami, tapi bukan hanya membela hak-hak kami bahwa ini merupakan bagian dari para supervisi masyarakat dan publik terhadap pengelola gedung dan supplier lift bahwa quality control menyangkut hak-hak konsumen itu betapa penting, hari ini orang tidak tahu bahwa kita tidak tahu apa yang terjadi didalam apalagi lift umum ,kita tidak tahu itu sehat atau tidak. Banyak kejadian kemarin baru di Blok M Square setelah itu di Graha Rubina tempat lain saya berkantor nah perusahaan-perusahaan yg tidak beritikad baik karena itu sebagai bagian dari pada hidup ,menegakkan hukum kepada Perlindungan Konsumen, kami melakukan upaya hukum dan sekali lagi terhadap masyarakat banyak pengguna gedung yang jatuh seperti kemarin di Blok M Square terus di Husada ini banyak kejadian, hari ini melalui gugatan ini kami mau mempublikasikan bahwa masyarakat harus mengawasi produsen list dan pengelola gedung pada umumnya”, pungkasnya. (finsha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here